Setiap ibadah yang disyariatkan dijamin pasti membawa manfaat bagi setiap muslim yang mengamalkannya. Sebagai contoh, dzikir, dijamin oleh Allah Swt pasti membahagiakan (Q.S. Ar-Ra’ad: 28). Ibadah shalat disebutkan oleh Allah Swt sebagai pencegah dari perbuatan fahsya’ (zina dan seluruh pendahuluannya) dan munkar (seluruh bentuk dosa). (Q.S. Al-Ankabut : 45).
Ibadah shaum disyari’atkan oleh Allah Swt untuk mencapai tingkat taqwa yang optimal. Ibadah zakat diwajibkan untuk mensucikan hati dari sifat bakhil dan serakah dan membersihkan harta dari hak orang lain. (Q.S. At-Taubah : 103). Secara umum seluruh ibadah dan amal shaleh berkhasiat sebagai penenang hati dan penghapus dosa.
Keyakinan ini sepatutnya menjadi dasar evaluasi dan introspeksi bagi kita, untuk mengukur seberapa besar manfaat ibadah itu terasa dalam hidup kita. Oleh karena semangat ibadah kita berbanding lurus dengan khasiatnya dalam diri kita. Artinya, semakin terasa ni’mat ibadah itu, semakin besar pula keinginan kita untuk terus menikmatinya. Dan kiranya inilah dari pertanyaan mengapa kita cenderung malas beribadah? Malas beramal? Karena kita belum merasakan nikmatnya, belum mendapat kan khasiatnya, jadi, agar kita rajin beribadah, tidak ada jalan lain, temukan khasiatnya!
Kiat untuk mendapatkan manfaat ibadah dan amal shaleh ialah penghayatan ibadah melalui :
1. Memahami fadhilah (Keutamaan) Ibadah.
2. Meyakini fadhilah Tersebut.
3. Menghadirkan dalam benak fadhilah tersebut pada saat kita beribadah.
4. Menghadirkan dalam benak bahwa ibadah tersebut adalah langkah mendekat kepada Allah Swt, sekaligus sebagai upaya mensucikan hati dari penyakit-penyakit dan kotoran-kotoran dosa.
5. Memperbanyak ibadah dan amal yang berkesan, yang menggugah hati, yang sulit untuk dilupakan. Seperti ibadah atau do’a yang dibarengi dengan tangis, karena menyesali dosa dan takut pada azab Allah Swt.
Penghayatan ibadah dengan kiat-kiat di atas diharapkan akan memberi rasa nikmat pada ibadah, do’a dan amal shaleh kita. Jika kenikmatan itu telah kita rasakan, niscaya ia akan menjadi kebutuhan yang kita rindukan. Rasa butuh dan kerinduan itulah yang memotivasi kita secara kuat untuk memperbanyak ibadah dan amal shaleh, dan dari persembahan itulah kita menemukan kebahagiaan dan kedamaian hidup yang hakiki. Amin.






